ANTESEDEN KEBERLANJUTAN BISNIS: STRATEGI BISNIS HIJAU PADA SEKTOR KULINER

Penulis : Helin. G Yudawisastra; Ahmad Diponegoro; Adhi Indra Hermanu

Editor & Penyunting : Fatmawati S.IP, M.AP & Subaedah, S.AP
Desain Sampul : M. Ahsan Agussalim, M.Pd

Diterbitkan oleh :
CV. Penerbit Eja
Jln. Tala’salapang No 4, Kelurahan Gunungsari, Kecamatan Rappocini, Kota Makassar. Sulawesi Selatan.

Email : ejapublishing21@gmail.com

Cetakan pertama: Maret 2026
vi + 111 halaman: 15,5  x 23 cm.

ISBN: 978-634-7516-14-5

“Strategi bisnis hijau pada sektor kuliner merupakan sebuah pendekatan holistik yang mengintegrasikan aspek kelestarian lingkungan ke dalam seluruh rantai nilai. Pada kajian ini menyoroti  5 (lima) faktor yaitu produk hijau, desain hijau, produksi hijau, rantai pasok hijau dan kredit hijau. Produk hijau menjadi fondasi utama di mana pelaku usaha kuliner tidak hanya fokus pada cita rasa tetapi juga pada bahan baku yang digunakan. Desain hijau berperan dalam menciptakan pengalaman bersantap yang ramah lingkungan, meliputi aspek fisik restoran, rumah makan dan kafe, kemasan yang beralih dari plastik sekali pakai ke kemasan biodegradable atau wadah yang dapat digunakan kembali. Produksi hijau diterapkan melalui efisiensi sumber daya, pengelolaan limbah organik sisa makanan menjadi kompos yang bermanfaat serta meminimalkan penggunaan energi fosil dengan beralih ke energi terbarukan.

Keberhasilan faktor tersebut bergantung pada rantai pasok hijau yang menuntut kolaborasi dengan pemasok yang memiliki komitmen serupa terhadap lingkungan. Transparansi rantai pasok menjadi krusial untuk memastikan klaim hijau tidak sekadar menjadi strategi pemasaran. Kredit hijau berperan sebagai katalisator finansial yang memungkinkan implementasi seluruh strategi. Akses terhadap pembiayaan khusus dari lembaga keuangan yang ditujukan untuk proyek ramah lingkungan membantu para pengusaha sektor kuliner mengatasi hambatan modal awal yang seringkali menjadi kendala utama. Dana dari kredit hijau dapat digunakan untuk investasi dalam peralatan dapur berteknologi tinggi dan ramah lingkungan. Seluruh faktor saling terkait dan membentuk sebuah ekosistem bisnis sektor kuliner yang tidak hanya berorientasi pada keuntungan ekonomi tetapi juga berkontribusi aktif dalam pelestarian lingkungan, meningkatkan daya saing melalui citra merek yang positif serta membangun loyalitas konsumen yang semakin sadar akan isu keberlanjutan.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *