
Penulis: Ahmad Muwafiq Abdillah, Rohana dan Kamaruddin
Editor & Penyunting : Fatmawati, S.IP, M.AP
Desain Sampul : M. Ahsan Agussalim
Diterbitkan oleh :
CV. Penerbit Eja
Jln. Tala’salapang No 4, Kelurahan Gunungsari, Kecamatan Rappocini, Kota Makassar. Sulawesi Selatan.
Email : ejapublishing21@gmail.com
Cetakan pertama: Desember 2025
vi+85 halaman: 14.8 x 21 cm.
ISBN:978-634-7516-00-8
Di era modern yang ditandai percepatan teknologi dan ledakan informasi, pendidikan menghadapi tantangan besar: bagaimana memastikan bahwa sains tidak menjadi sekadar keterampilan teknis yang terlepas dari nilai, etika, dan makna kemanusiaan. Fragmentasi pengetahuan telah menjauhkan peserta didik dari pemahaman utuh tentang hakikat ilmu—dari mana ia lahir, bagaimana ia berkembang, dan untuk apa ia digunakan.
Buku “Integrasi Sains dan Pemikiran Filosofis: Implikasi dalam Pendidikan Modern” hadir untuk menjawab persoalan tersebut. Melalui kajian mendalam tentang epistemologi, ontologi, dan sejarah perkembangan sains, buku ini mengajak pembaca menelusuri bagaimana sains sesungguhnya tidak pernah berdiri sendiri, tetapi selalu terkait erat dengan filsafat, budaya, dan nilai-nilai kemanusiaan.
Pembaca akan dibimbing memahami peran paradigma, dinamika perubahan ilmiah, serta kontribusi filsuf seperti Kuhn, Popper, dan Feyerabend dalam membentuk cara berpikir ilmiah. Buku ini juga menyoroti berbagai model integrasi ilmu—mulai dari Islamisasi pengetahuan hingga pendekatan humanistik dan holistik—yang dapat memperkaya praktik pendidikan.
Lebih dari sekadar kajian teoretis, buku ini menawarkan refleksi praktis tentang bagaimana guru, dosen, dan lembaga pendidikan dapat menerapkan pendekatan integratif dalam pembelajaran. Dengan demikian, sains tidak hanya dipelajari sebagai kumpulan fakta, tetapi sebagai proses manusiawi yang sarat nilai dan tanggung jawab moral.
Buku ini ditujukan bagi pendidik, mahasiswa, peneliti, dan siapa pun yang ingin memahami sains secara lebih utuh—sebagai pengetahuan, sebagai budaya, dan sebagai kompas etis dalam menghadapi kompleksitas zaman.
